Franchise atau dalam bahasa Indonesia Waralaba, merupakan suatu
metode kerjasama Bisnis yang dilakukan antara pemilik usaha dengan pelaku usaha
dengan membagi hasil usaha sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.
Pemilik Usaha ini disebut Franchisor, dan Pelaku usaha ini disebut
Franchisee. Bisnis waralaba mengalami
perkembangan pesat di Indonesia. Perkembangan ini terlihat dari banyaknya
outlet waralaba yang menjamur di kota-kota besar. Bukan hanya waralaba
nasional, waralaba asing turut meramaikan bisnis waralaba di dalam
negeri.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah
mengeluatkan peraturan antara lain Permendag No. 53/M-DAG/PER/8/2012 tentang
Penyelenggaraan Waralaba, Permendag No.68/M-DAG/PER/10/2012 tentang Waralaba
Untuk Jenis Usaha Toko Modern dan Permendag No. 07/M-DAG/PER/2/2013 tentang
Pengembangan Kemitraan Dalam Waralaba untuk Jenis Usaha Jasa Makanan dan
Minuman.
Dengan perkembangan waralaba ini tentu mengakibatkan iklim
persaingan usaha di sektor waralaba. Perlu kita ketahui, selain waralaba lokal
juga ada waralaba asing yang ikut berkompetisi di Indonesia, seperti dalam
bidang kuliner yang marak dengan ayam goreng tepung dan kuliner lainnya. Dalam
era persaingan seperti ini tentu waralaba lokal harus bisa bertahan. Salah satu
waralaba lokal yang mampu bertahan dan berkembang adalah “spesial sambal”.
Waralaba yang dibuat oleh Yoyok
Heri Wahyono ini mampu bertahan sampai 16 tahun.
Untuk mengetahui kiat-kiat spesial
sambal mampu bertahan dan berkembang, tim kompetisi sudah melakukan wawancara
dengan Yoyok Heri Wahyono. Sebagai berikut wawancaranya:
1.
Bagaimana
awalnya anda bisa menemukan konsep spesial sambal?
Awalnya, pada tahun 2002 saya membangun warung tenda kaki lima di
Yogyakarta, tepatnya di daerah Jalan Kaliurang. Saya sebelum membuat warung itu
sudah melakukan riset mengenai jenis-jenis sambal yang diminati oleh
masyarakat. Saya juga mempunyai pemikiran bahwa rasa pedas sepertinya sudah
tidak asing lagi bagi lidah masyarakat indonesia. Rasa pedas dapat
mengakibatkan ketagihan untuk merasakan sensasi mulut “terbakar” ketika makan
sambal. Modal saya untuk membuka warung yang sejak awal saya beri nama “spesial
sambal” ini 50% karena hobi saya masak masakan jawa terutama untuk meracik
sambal khas jawa.
2.
Mengapa
bisa diberi nama spesial sambal?
Pada tahun 2002 itu belum ada kuliner dengan merk atau nama
“sambal”, biasanya bakso, soto, atau sate. Dari situ akhirnya saya meberi nama
warung saya “spesial sambal”, nama yang sederhana tapi mudah diingat. Warung
saya dulu itu juga yang saya tonjolkan adalah sambalnya yang merupakan data
tarik utama.
3.
Apa
strategi yang dilakukan agar spesial sambal tetap eksist sampai sekarang?
Konsistensi. Spesial sambal sedari awal itu menonjolkan sambalnya.
Bila dibandingkan dengan merk lain, mereka tidak konsisten pada sambalnya,
sambal hanya digunakan untuk dijadikan nama saja, namun untuk produknya tidak
terlalu menonjolkan sambal.
Kalau Spesial sambal, kami melakukan berbagai riset serta inovasi
untuk menemukan rasa yang digemari pelanggan dan konsisten dengan rasa yang
dijaga agar tetap enak. Rasa bagi saya adalah nyawa dari rumah makan. Saya juga
melakukan uji pelanggan seperti hotline untuk mendapatkan kritikan
terkait rasa sambal dan masakan lainnya spesial sambal.
4.
Apa
rahasianya pelanggan spesial sambal konsisten banyak?
Saya rasa karakter, saya berusaha membuat karakter spesial sambal
dengan unik dan membuat pelanggan terkesan. Seperti saya implementasikan pada
warna cat, bentuk bangungan, pernak-pernik meja kursi, sragam pegawai yang
tidak formal, namun unik dan berkesan.
5.
Bagaimana
tanggapan spesial sambal terhadap kompetitor?
Saya menyadari memang banyak kompetitor, tapi saya tidak terlalu
fokus untuk memikirkan kompetitor, yang saya fokuskan adalah inovasi agar
spesial sambal tetap eksist dan buka cabang lagi. Selain itu saya juga tidak
mudah puas dengan keberadaan spesial sambal ini. Walaupun, sudah 16 tahun, saya
belum bisa melepaskannya sampai dengan 5-7 tahun ke depan. Saya juga fokuskan untuk menjaga rasa, oleh
karena itu spesial sambal juga punya bagian riset.
6.
Bagaimana
Konsep Kemitraan Spesial Sambal?
Di tahun pertama memulai bisnis kuliner, saya hanya
memikirkan bagaimana memenuhi produksi sesuai dengan permintaan masyarakat.
saya memang sempat dilanda kebingungan karena warungnya selalu ramai namun
pendapatan tidak terkumpul dengan maksimal. Setelah memutar otak dan mengatur
sistem management yang baik, barulah saya menemukan formula yang maksimal
antara keunggulan produk, kualitas pelayanan dan sistem management yang tepat.
Dalam waktu 4 tahun, saya masih berfokus pada
pengembangan cabang di daerah Yogyakarta. Namun di tahun kelima, saya berani
memulai melakukan ekspansi bisnis ke daerah-daerah lain seperti Solo, Malang,
Kediri, dan kota-kota besar lainnya di pulau Jawa, Sumatera dan Bali.
Saya menyadari
betapa besarnya potensi bisnis kuliner serba sambal saat ini. saya kemudian
mulai membuka sistem waralaba agar usaha
ini tidak ditiru oleh pihak-pihak lain. Standard waralaba yang ketat dan
detail membuat Waroeng SS selalu menyajikan produk kuliner dan pelayanan yang
berkualitas.
7.
Bisakah
memberi tips untuk membuka bisnis kuliner?
Pastikan menu andalan atau utama itu tidak sekedar enak rasanya,
tapi juga mengesankan dan mempesona, itu yang perlu ditekankan.
Hubungan Kreativitas-Inovasi-Kompetisi
Dari wawancara diatas dapat kita simpulkan bahwa kompetisi dapat
membuat orang lebih kreatif dan menemukan inovasi-inovasi melalui berbagai
riset untuk mempertahankan usaha dan mengembangkannya. Tidak bisa kita pungkiri
juga bahwa pada era globalisasi sekarang ini, tentunya persaingan dalam segala
bidang semakin ketat. Apalagi di dalam dunia ekonomi dan bisnis, persaingan
tentunya semakin ketat. Disinilah kreatifitas dan inovasi sangat dibutuhkan,
dengan bersikap kreatif dan inovatif, tentunya kita dapat menghasilkan sesuatu
yang berbeda denegan yang lain, serta membawa perubahan dan pasti akan
berpotensi menjadi terdepan.