Omong kosong zonasi
1. Zonasi untuk membuang predikat sekolah favorit dan tidak favorit
Faktanya: sekolah favorit dan tidak itu terbentuk karena tidak meratanya kemampuan sekolah untuk menangani siswa. Seharusnya yang diperbaiki kemampuan sekolah untuk menangani siswa. Bukannya masyarakat yang dipaksa untuk "mengakui" bahwa semua sekolah sama kualitasnya. Karena faktanya tidak semua sekolah negeri punya kualitas sama.
Faktanya: sekolah favorit dan tidak itu terbentuk karena tidak meratanya kemampuan sekolah untuk menangani siswa. Seharusnya yang diperbaiki kemampuan sekolah untuk menangani siswa. Bukannya masyarakat yang dipaksa untuk "mengakui" bahwa semua sekolah sama kualitasnya. Karena faktanya tidak semua sekolah negeri punya kualitas sama.
2. Zonasi memaksa siswa memilih sekolah yang dekat dengan rumah, bukan sekolah yang pas dengan hasil usahanya belajar selama SD.
Faktanya: tanpa ada zonasi, orang tua yang tidak berpikir panjang soal studi sang anak lebih memilih sekolah dekat rumah. Saya sering dengar ada orang tua bilang: enak cedak omah. Sementara bagi mereka yang ingin sang anak mendapat tempaan pendidikan bermutu akhirnya terpaksa gigit jari.
Faktanya: tanpa ada zonasi, orang tua yang tidak berpikir panjang soal studi sang anak lebih memilih sekolah dekat rumah. Saya sering dengar ada orang tua bilang: enak cedak omah. Sementara bagi mereka yang ingin sang anak mendapat tempaan pendidikan bermutu akhirnya terpaksa gigit jari.
3. Zonasi memeratakan pergaulan siswa, sehingga siswa yang rajin dan pandai bisa memotivasi temannya yang tidak begitu rajin.
Faktanya: berdasarkan pengalaman saya selama bersekolah, siswa yang rajin lebih mudah terjerumus jadi pemalas ketimbang sebaliknya saat bergaul. Apalagi jika mereka secara kuantitas kalah banyak dibandingkan yang malas.
Faktanya: berdasarkan pengalaman saya selama bersekolah, siswa yang rajin lebih mudah terjerumus jadi pemalas ketimbang sebaliknya saat bergaul. Apalagi jika mereka secara kuantitas kalah banyak dibandingkan yang malas.
4. Zonasi dan Unas sejalan
Faktanya: zonasi membatasi siswa memilih sekolah berdasarkan hasil jerih payah mereka belajar saat SD. Zonasi adalah ketidakadilan sejak dipikirkan dalam konsep.
Faktanya: zonasi membatasi siswa memilih sekolah berdasarkan hasil jerih payah mereka belajar saat SD. Zonasi adalah ketidakadilan sejak dipikirkan dalam konsep.
5. Zonasi akan ikut memperbaiki mutu sekolah karena kemampuan siswa didik lebih merata.
Faktanya: ini omong kosong sekosong-kosong nya. Perbaikan mutu sekolah didasarkan pada kemampuan guru mengajar dan memotivasi anak didik, bukan tergantung semata pada kemauan dan kemampuan anak didik. Malah bakal ada bahaya besar mengintip: akan ada favoritisme siswa yang dianggap lebih pandai daripada siswa lainnya oleh guru karena siswa itu dianggap bisa diandalkan untuk mengangkat nama sekolah.
Faktanya: ini omong kosong sekosong-kosong
Sekian. Sampai di sini saya tinggalkan sampeyan semua. Saya mau makan bebek goreng.

0 comments:
Post a Comment